Suka Filsafat? Masuk Kemari

MAU DOLAR GRATIS? masuk sini

Semesta Sabda

DaLm geLp Q b'jLn
mmbLah beLantara aKaL
Sndiri.....sendri....
sendri....

Pd teRng Q merenung
mnCari ksJatian
mencari...mencari....
mnCari....

Pd RuAng Pd WkTu
aQ inGin daTng b'Tanya...
b'tanya....
sll b'Tnya....

"Ditemukan ketidak tahuan adalah awal sekaligus ahir dari pengembraan akal dan hati"
--->> Fauz Noor




Labels : wallpapers Mobile Games car body design Hot Deal

---++"Akal dan Hati"++---

Akal adalah jebakan manusia dalam pemburuannya di dunia material, mengejar kenikmatan-kenikmatannya. Dia bekerja di atas dasar pengetahuan, penalaran dan hapalan. Ia-pun selalu mencoba mengetahui lautan dan setetes air dengan membedakan keduanya. Akal merupakan pondasi bagi pamer diri dan kepuasan diri. Dan dia mertupoakan perdana mentri yang dipercayai dari suatu pemerintahan ego yang mana sifat-sifat tentaranya disusun oleh ego dan hasil cipta orang lain.
Hati adalah tali pengikat Tuhan yang menarik orang kepada kebenaran-kebenaran dunia sepiritual dan suber keesaan. Dia bekerja di atas dasar wawasan dan perasaan, yang mengubah setetes air menjadi laut. Hati merupakan subtansi dari pengorbanan diri dan kefakiran, dan dialah pasukan tertinggi dari pasukan ruh (panglima) yang mana sifat-sifat tentaranya dibentuk oleh ruh dan penemuan ilmiah. Pada orang-orang tertentu, mungkin saja beberapa tentara hati melayani akal sementara tetap meyakini dan setia kepada ruh. Dalam medannya, akal adalah penasehat yang melindungi kepentingan-kepentingan ego. Sementara hati adalah obor isyarat seorang panglima yang menaruh eksistensi di atas obor.

By -->> Dr. Javad Nurbakhsh (Nur 'Ali Shah) faqir zulfiqar ahmad naqshbandi



Labels : wallpapers Mobile Games car body design Hot Deal

Selamat Datang Ramadhan

Diri ini tak pernah mengerti tentang puasa...
aku hanya tahu karena puasa ayam mampu menghangatkan telur-telurnya hingga menetas,
ulat yang amat jijik karena puasanya dia menjadi seutas kain termahal yang pernah ada,,,
terbang menjadi kupu-kupu chantik,,,
sebuah wujud nyata yang lebih indah dari sebelumnya.
Matahari berdzikir,
angin bertasbih,
pepohonan memuji keagungan itu,
semua menyambut kedatangan malam seribu bulan,
mereka mengucapkan Ahlan Wa Sahlan...
Namun aku...
masih bersama keangkuhanku,
iri,
dengki,
khilaf dan salahku tak berani ikut menyapa keagungan itu.
Semoga maaf dan doa yang kau beri membuatku mampu berjalan bersamamu.



Labels : wallpapers Mobile Games car body design Hot Deal

Menuju Indonesia Berbasis Teknologi Informasi melalui Optimalisasi Pemanfaatan Internet

Jika di banding dengan negara tetangga seperti Malaysia, India, dan Singapura Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Internet maka Indonesia tertinggal jauh ( kecuali dalam beberapa hal, seperti misalnya penguasaan terhadap teknologi Telepon Internet - VoIP ). Tertinggalnya Indonesia dalam penerapan teknologi informasi dan komputer khususnya teknologi berbasis internet di banding negara-negara tetangga merupakan satu hal yang tidak aneh, karena kemampuan manajerial para birokrat Indonesia belum mampu mengendalikan suatu pekerjaan yang sifatnya rutin dan semuanya terlihat pada keadaan dimana hampir disemua lini infrastruktur, Indonesia sangat tertinggal dan dalam keadaan amburadul jika tidak ingin disebut menggenaskan, padahal dunia diberbagai belahan manapun saat ini sedang giat dan berlomba menerapkan teknologi informasi dan internet dalam berbagai bidang kehidupan, baik industri, pendidikan, pemerintahan, sosial kemasyarakatan dan sebagainya. Melalui pengamatan penulis, ketertinggalan bangsa Indonesia dalam penerapan teknologi informasi disebabkan oleh banyak hal, diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Tidak adanya komitmen dari pimpinan tertinggi yang selalu membuat "kambing hitam" kacaunya penerapan teknologi informasi khususnya teknologi internet di lingkungan pemerintahan. Dan berdasarkan pengalaman, memang salah satu sumber kegagalan kita untuk ikut dalam gelombang teknologi informasi adalah kebijakan yang tidak konsisten dan terkesan asal-asalan

2. Kemampuan tingkat manajerial di pimpinan sebagian besar tidak memiliki basis teknologi informasi khususnya teknologi internet, sehingga banyak sekali pekerjaan yang lebih effisien di penerapan teknologi informasi tidak dilirik atau bahkan dihindari penerapannya. Banyak sekali Kepala atau Pimpinan yang gagap teknologi, sehingga tidak dapat mengarahkan bawahannya untuk memanfaatkan teknologi informasi

3. Kalaupun institusinya ditekan untuk memanfaatkan teknologi informasi, biasanya Kepala atau Pimpinan tidak mengetahui dengan persis apa yang harus mereka lakukan, sehingga ahirnya mencari konsultan yang berbasis vendor tertentu sehingga seluruh proyeknya dikuasai oleh keuntungan semata, bukan menomor satukan pemanfaatannya

4. Infrastruktur penunjang tidak mendukung operasi yang berbasis teknologi informasi, seperti misalnya listrik yang kurang dan sering mati-nyala, gedung atau ruangan yang tidak memadai dan infrastruktur lainnya

5. Alasan klise yang memang menjadi kenyataan adalah terlalu luasnya Indonesia, sehingga penerapannya tidak dapat merata, baik karena kekurangan biaya maupun pemikiran yang terlambat karena konsentrasinya tidak dapat jalan sekaligus

6. Kebanyakan usia produktif dan yang bekerja di perkantoran tidak berbasis teknologi informasi, sehingga semua pekerjaan jalan seperti biasanya dan tidak pernah memikirkan effisiensi atau pemanfaatan teknologi informasi yang konsisten

7. Dunia teknologi informasi terlalu cepat berubah dan berkembang, sehingga tidak dapat diikuti dengan langkah yang "alon-alon asal kelakon"



Dari ketujuh alasan yang selalu kita dengar dan terjadi, maka dapat ditarik satu kesimpulan bahwa Indonesia akan maju dan tidak kalah dengan negara tetangga jika dalam pemerintahannya menerapkan teknologi informasi dan komputer untuk kegiatan sehari-harinya baik baik dengan pemanfaatan media internet semaksimal mungkin ataupun pemanfaatan teknologi yang berbasis offline.

Pemanfaatan teknologi informasi khususnya teknologi internet ini sangat penting, karena nasib Indonesia di masa depan akan tergantung dari kemampuan masyarakatnya menguasai dan menerapkan teknologi informasi untuk pekerjaannya masing-masing.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah mengantisipasi hal ini dengan membentuk satu lembaga khusus dibawahnya, yaitu Dewan TIK Nasional (DeTIKnas) yang tugasnya memikirkan cara-cara pemerintah Indonesia untuk menerapkan teknologi infomasi dan komputer khususnya teknologi internet.

Berdasarkan tujuh atau lebih kondisi yang terjadi di masyarakat Indonesia, dilingkungan pemerintahan khususnya, maka dapat disimpulkan empat pokok pemecahan masalah atas ketertinggalan bangsa Indonesia terhadap negara tetangga, yang poin-nya adalah sebagai berikut :

1. Effisiensi Bandwidth untuk Internet Indonesia
2. Pengembangan Local Content
3. Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Indonesia dalam Pemanfaatan Teknologi Informasi
4. Kerja Sama Antar Departemen




Dalam posisi Indonesia yang sedang mencari bentuk dalam pengelolaan negara dan sifatnya yang terlalu sensitif terhadap isu politik dan sosial, memang sangat tidak mudah untuk mencari solusi.

Terjadinya tumpang tindih tanggung jawab diantara departemen dan bahkan terkesan saling menyalip kepentingan, yang ahirnya memperlambat penerapan penggunaan teknologi informasi yang memang selalu konsisten dan tidak mudah disisipi oleh "kebijaksanaan".

Komitmen atasan merupakan salah satu kunci keberhasilan penerapan teknologi informasi di lingkungan pemerintahan, dan saat ini tidak mudah untuk mencari "atasan" yang punya wawasan kedepan dan mau menerobos berbagai kesulitan yang diakibatkan oleh penerapan teknologi informasi.
Infrastruktur yang tidak menunjang, tim teknis yang tidak handal dan masih tergantungnya semua bagian ke satu pekerjaan yang membutuhkan "kebijaksanaan" adalah hal-hal yang menghambat penerapan teknologi informasi di seluruh kantor pemerintahan.


Effisiensi Bandwidth untuk Internet Indonesia

Saat ini penggunaan bandwidth bagi internet di Indonesia sangat tidak effisien, kebanyakan orang Indonesia menggunakan mail server seperti yahoo.com, gmail.com, hotmail.com atau domain lainnya yang berada di Amerika atau di luar negeri. Dengan menggunakan domain yang berada diluar, otomatis kita memerlukan infrastruktur lebih untuk mengakses jaringan internet dari server yang jauh tersebut, dan biaya untuk mengaksesnya lumayan mahal karena selain harus menggunakan satelit, kita juga tergantung kepada operator yang menguasai jaringan serat optik yang melintas laut luas.

Selain harus keluar negeri untuk mengakses data pribadi yang sebetulnya dapat dipasang di dalam kantor sendiri, keadaan pemanfaatan teknologi informasi di Indonesia juga kacau balau, karena semua departemen atau bagian mengakses sendiri-sendiri jaringan internetnya, sehingga ahirnya keadaan per-internet-an di dalam negeri menjadi kacau dan tidak effisien.

Sebetulnya tidak salah kalau setiap departemen atau bagian membangun jaringan akses internet sendiri, hanya saja, seringkali effisiensinya dibawah 50%, sehinga dana dan anggaran yang disediakan tidak terpakai separuhnya, atau bahkan hanya 25% jika diasumsikan sore dan malam hari internet sama sekali tidak terpakai.

Pemakaian bandwidth untuk internet luar negeri ini memang sangat ironis sekali, karena selain menjadi kebutuhan pokok, ahirnya setiap departemen juga sangat tergantung pada operator internet asing untuk mengambil data yang semestinya ada di server di dalam kantor yang bersangkutan.

Ide yang diusulkan untuk menangani masalah ini adalah dengan membangun jaringan internet antar kota yang sudah diluncurkan dalam proyek Palapa Ring, dimana setiap kota diseluruh Indonesia berupaya untuk saling menyambung ke kota terdekat atau Jakarta sebagai pusat pemerintahan, sehingga besarnya jaringan internet ini ahirnya milik pemerintah yang memang diamanahkan untuk menguasai infrastruktur yang ahirnya selain dipakai untuk operasional pemerintahan, juga dapat dimanfaatkan oleh masayarakat sekelilingnya.

Pemborosan anggaran karena pembangunan yang tidak ada ujung pangkalnya dapat dihindari dan pada ahirnya, pemanfaatan bandwidth internet akan lebih dari 80% yang berarti penghematan lebih dari setengah yang sudah kita keluarkan saat ini.


Pengembangan Local Content Internet

Berkaitan dengan effisiensi penggunaan bandwidth internet di pemerintahan yang sudah dipaparkan di bagian atas, pengembangan local content internet atau isi internet Indonesia (I3) juga merupakan satu hal yang harus dipikirkan.

Pemindahan email ke server lokal, pembangunan situs yang disimpan di server lokal dan pengembangan isi internet Indonesia (I3) lainnya merupakan langkah yang harus kita lakukan secara terus menerus dan tidak terputus. Kelemahan selama ini adalah kita tidak memiliki konten internet yang handal yang dapat menjadi bagian dari kegiatan sehari-hari, sehingga email saja harus dipasang di server luar negeri.

Pemerintah sebagai "enabler" merupakan solusi untuk memperkaya isi internet Indonesia (I3) dengan berbagai aplikasi yang berbasis web seperti perpanjangan Kartu Tanda Penduduk, Kartu Pindah, Kartu-Kartu lainnya yang secara berkala akan diakses oleh masyarakat 24/7 (dua puluh empat jam selama satu minggu penuh).

Penggabungan data antar departemen dan lintas sektoral ke swasta merupakan satu cara yang akan sangat effisien untuk meningkatkan pemakaian teknologi informasi di masyarakat, sehingga seluruh pekerjaan dapat dilakukan di rumah atau di kantor masing-masing, sehingga ahirnya juga akan menghemat penggunaan BBM dan effisiensi nasional.

Langkah awal yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah dengan membangun data centre di masing-masing kota propinsi, kotamadya dan kabupaten yang jumlahnya sekitar 461 kota, kemudian mengintegrasikan di pusat data (DRC) yang dikelola oleh Kominfo bekerja sama dengan Ristek untuk pengembangan dan pemiliharaannya.

Dengan dibangunnya internet data centre, diharapkan akan banyak pengembang aplikasi berbasis web yang akan berkreasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat luas, dan ahirnya kebutuhan masyarakat akan pengolahan data elektronik juga akan meningkat.


Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Indonesia dalam Pemanfaatan Teknologi Informasi

Pemanfaatan teknologi informasi saat ini masih terkesan asal pakai saja, belum menyentuh pada kebutuhan yang primer, hanya melulu di bidang finansial dan pengelohan database, sementara untuk bidang-bidang lain seperti keamanan (security), effisiensi dan proses kerja masih sangat terbatas pemanfaatannya.

Penelitian tentang pemanfaatan teknologi informasi ini memang masih sangat terbatas, karena kebutuhan masyarakat masih merasakan belum menjadi kebutuhan primer.

Penggunaan perangkat mobile semacam Blackberry baru saja meledak dalam satu tahun terakhir ini, dan memang teruji dapat meningkatkan effisiensi dan unjuk kerja diperkantoran, sementara pemanfaatan teknologi informasi lainnya sedang diuji coba, misalnya mengatur peralatan jarak jauh, pemantauan kamera digital dan social network untuk komunitas tertentu.

Otomatisasi pembayaran di jalan tol, sistem pembayaran otomatis untuk bus way, kereta api, pesawat terbang atau kapal air, transaksi ditempat-tempat pembelajaan dan pembayaran-pembayaran yang menggunakan kartu khusus, semuanya sedang dalam taraf pengembangan, karena kemajuan di bidang ini sebetulnya yang dapat membuktikan kemampuan bangsa Indonesia dalam menerapkan teknologi informasi di kehidupan sehari-hari.

Pembuatan KTP, SIM dan kartu-kartu lainnya secara on-line dan dapat diakses dari rumah merupakan bagian penting dari peningkatan apresiasi masyarakat terhadap teknologi informasi, dan pada ahirnya kemajuan teknologi secara umum akan terbukti.

Untuk kontinuitas apresiasi masyarakat terhadap teknologi informasi, Departemen Pendidikan Nasional harus menerapkan pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komputer sejak dini sehingga usia produktif dapat betul-betul memanfaatkan teknologi untuk kemajuan bangsa Indonesia secara menyeluruh.


Kerja Sama Antar Departemen

Kerja sama antar departemen atau bagian di dalam satu perkantoran merupakan pekerjaan besar yang harus dilalui untuk menerapkan penggunaan teknologi informasi secara nasional.

Saat ini, penerapan teknologi informasi dan komputer di lingkungan pemerintah masih tersebar secara acak dan tidak konsisten, apalagi dengan kondisi sistem pemerintahan yang berbasis ke arah vertikal, ketidak perdulian ke bagian lain secara horisontal menyebabkan banyak hambatan dalam penerapan teknologi informasi dan komputer di lingkungan pemerintahan.

Sudah ada beberapa departemen yang menerapkan "satu pintu" untuk pemanfaatan teknologi informasi dan komputer, tetapi antar departemen masih belum dapat terjadi karena anggaran dan kewenangannya berbeda dan tidak dapat dijadikan satu.

Adalah tantangan kita untuk membuat suatu sistem terpadu diantara semua departemen, sehingga satu sama lain dapat punya peran dan memanfaatkan teknologinya secara effisien dan tepat guna. Keterlibatan Kominfo dalam bidang ini memang sangat diharapkan, apalagi pemerintah memang sudah berniat mengejar semua ketinggalan ini dengan membentuk DeTIKnas dan beberapa program-program yang berbasis teknologi informasi dan komputer.


Kesimpulan

Empat pokok pikiran ini jika diterapkan mudah-mudahan dapat meningkatkan pemanfaatan teknologi informasi dan komputer di Indonesia, dan jelas sekali bahwasanya pemerintah punya peran yang sangat besar dalam peningkatan penggunaan teknologi informasi dan komputer untuk kemajuan bangsa Indonesia.

Hanya saja, sistem pemerintahan yang sudah jalan puluhan tahun ini semuanya berdasarkan pada repeating job, artinya selalu terjadi pengulangan pekerjaan yang selain tidak effisien juga tidak akurat.

Pengulangan pekerjaan ini dilakukan selama berpuluh tahun dan merupakan kunci untuk terjadinya penyimpangan-penyimpangan administrasi, dan kendala "perlawanan" terhadap sistem yang effisien dan menutup kemungkinan kecurangan merupakan cerita lain yang tidak mudah dijalankan.

http://www.motionschool.co.id/mainweb/berita-133-menuju-indonesia-berbasis-teknologi-informasi-melalui-optimalisasi-pemanfaatan-internet.html(sumber)


Jaringan Internet adalah jalinan/rangkaian berjuta-juta komputer yang terhubung dalam satu sistem komunikasi, dengan demikian sistem internet ini adalah sistem yang bersifat global/mendunia dan tidak mengenal batas wilayah dan Negara. Suatu saat yang tidak terlalu lama lagi kebutuhan masyarakat terhadap internet sebagaimana kebutuhan masyarakat terhadap BBM, listrik, angkutan, dan sembako serta kebutuhan pokok masyarakat lainnya. Dengan demikian kebutuhan terhadap layanan internet akan menjadi suatu kebutuhan pokok sehari-hari dalam berbagai segi kehidupan masyarakat, oleh karena itu pemerintah seharusnya berkepentingan dan perlu melindunginya.

Sejarah Internet

Internet pertama kali berkembang pada tahun 1969 melalui Proyek APRANET (Advanced Research Project Agency Network). Pada saat itu, Departemen Pertahanan Amerika Serikat membuktikan/mendemonstrasikan bahwa dengan Hardware dan Software berbasis Unix kita dapat berkomunikasi jarak jauh dengan memanfaatkan kabel telepon. Proyek ARPANET inilah yang menjadi cikal bakal TCP/IP. Pada awalnya, Internet dipakai pertama kali untuk keperluan militer, namun dengan semakin pesat perkembangannya terlebih setelah ditemukannya aplikasi WWW (World Wide Web) perkembangan internet dunia semakin maju.

Internet tidak lagi hanya menjadi monopoli militer dan akademis semata, namun sudah meluas ke segala kalangan masyarakat hingga sekarang.
Di Era Modern awal abad 21 (1990-an), ekspansi besar-besaran internet dilakukan. Jarak antara bagian dunia yang satu dengan yang lain semakin menyempit, terlebih dengan telah digunakannya fiber optic secara global. Kita dapat memperoleh informasi bahkan lebih cepat daripada berita di televisi. Mudahnya memperoleh informasi dan kemudahan mengakses internet ini berpengaruh secara luas bagi perkembangan baik ilmu pengetahuan maupun peradaban.

Pengguna internet

Kemajuan yang pesat dibidang informasi sejalan dengan perkembangan teknologi pendukungnya. Perubahan wajah website/web page yang dahulu sangat sederhana dan hanya berbasis HTML kini semakin interaktif dan atraktif dengan dukungan berbagai bahasa pemrograman berbasis web yang dapat berinteraksi dengan baik dengan HTML. Tentunya kita sanagat mengenal PHP, ASP, VBNet, MySQL, Oracle dll yang semuanya menjadi pelopor perkembangan internet dunia kearah yang lebih baik. Dengan perkembangan internet dunia yang begitu pesat telah merubah pula kebudayaan. Orang-orang tak perlu lagi harus bersabar menunggu korannya datang kerumah karena sekarang ada e-paper. Bahkan untuk membeli peralatan rumah tanggapun sekarang dapat dilakukan sambil duduk. Kita memang harus bersyukur dengan perkembangan informasi yang begitu cepat.

Internet telah digunakan di bidang pendidikan, bisnis dan perdagangan, perkantoran, pemerintahan, pertahanan, kepolisian, kesehatan, industri, dan hampir tidak ada bidang kehidupan masyarakat saat ini yang tidak memanfaatkan fasilitas internet. Semakin maju suatu Negara, maka semakin banyak bidang dan warganya yang memanfaakan fasilitas internet. Gangguan yang terjadi dalam sistem internet akan melemahkan sendi-sendi kehidupan suatu negara karena internet telah digunakan oleh seluruh bidang kehidupan masyarakat, terlepas gangguan tersebut karena bencana alam atau gangguan oleh ulah manusia/perorangan atau ulah korporasi/negara.

Cyber Warfare
Cyber warfare, (juga dikenal sebagai cyberwar dan Cyberwarfare), adalah perang dengan menggunakan jaringan komputer dan Internet di dunia maya (cyber space) dalam bentuk pertahanan dan penyerangan informasi. Cyber warfare juga dikenal sebagai perang cyber mengacu pada penggunaan world wide web dan komputer untuk melakukan perang di dunia maya. Walaupun terkadang relatif minimal dan ringan, sejauh ini perang cyber berpotensi menyebabkan kehilangan secara serius dalam sistem data dan informasi, kegiatan militer dan gangguan layanan lainnya, cyber warfare berarti dapat menimbulkan seperti risiko bencana di seluruh dunia.
Cyber Warfare menurut para pengamat computer global telah dimulai pada tahun 1991, namun sifatnya masih terbatas. Pada akhir-akhir ini taktik penyerangan melalui cyber telah berkembang terus dengan skala yang semakin besar. Dibawah ini terlihat kronologis kejadian cyber warfare yang terjadi diberbagai negara sampai dengan Januari 2010.
Pada tahun 1991, seseorang di angkatan udara melaporkan adanya virus komputer yang bernama AF/91, virus tersebut diciptakan dan telah terinstal pada chip printer dan membuat jalan ke Irak melalui Amman, Yordania. Tugasnya adalah untuk membuat kerusakan senjata anti-pesawat Irak.
Pada tahun 1998, agar AS dan NATO sukses mengebom target Serbia di Kosovo, Amerika Serikat perlu mengelabui dan mengganggu sistem pertahanan udara Serbia dan Serbia Air Traffic Controller. AS sukses dengan baik mencapai tujuannya, sehingga ada kekhawatiran AS melanjutkan atau meningkat seranganya. Namun ternyata AS tidak ingin kembali ke Serbia lebih lanjut karena takut akan merusak sasaran sipil.
Amerika Serikat telah diserang (09/1999) dari jaringan komputer yang terletak di Cina dan Rusia.
Pada tahun 2007, pemerintah Amerika Serikat mengalami “suatu spionase Pearl Harbor” di mana “kekuatan asing yang tidak diketahui masuk ke semua badan teknologi tinggi, semua lembaga militer, dan me-download informasi/data sampai dengan terabyte.”
Pada 17 Mei 2007 Estonia mendapat serangan cyber, Parlemen, kementerian, bank, dan media Estonia menjadi sasaran.
Pada 14 Desember 2007, website KPU Pusat Kirgiz itu dirusak selama pemilihan. Pesan yang ditinggalkan di website terbaca “Situs ini telah di-hacked oleh Dream of Estonia organisasi”. Selama kampanye pemilu dan kerusuhan sebelum pemilu, ada kasus Denial of Service serangan terhadap ISP Kirgiz.
Situs Georgia dan Azerbaijan diserang oleh hacker selama Perang Ossetia Selatan 2008. Akhir pekan (20/7/2008) website pemerintah Georgia lumpuh oleh serangan distributed denial of service (DDoS). Situs resmi presiden Georgia, Mikheil Saakashvili, diserang pada hari Sabtu dan Minggu. Serangan itu diketahui pada Sabtu pagi dan kemudian berlanjut sampai hari Minggu. Para pengamat keamanan internet Georgia belum bisa memastikan sumber serangan tersebut, namun bukti awal merujuk kepada negara tetangga mereka yaitu Rusia. Salah satu pengamat, Jose Nazario, melaporkan salah satu pesan dalam paket data yang dikirim secara besar-besaran itu terbaca sebagai “win+love+in+Russia”, software pengontrol botnet yang digunakan dalam penyerangan itu dikaitkan dengan botnet milik Rusia.
Pada 28 Maret 2009, sebuah jaringan mata-mata cyber, dijuluki GhostNet, terutama dengan menggunakan server berbasis di Cina telah menyadap dokumen rahasia dari pemerintah dan organisasi swasta di 103 negara, termasuk komputer dari Tibet di pengasingan, tetapi Cina menyangkal klaim tersebut.
Pada Juli 2009, ada serangkaian serangan besar cyber yang terkoordinasi terhadap pemerintah, media massa, dan situs keuangan di Korea Selatan dan Amerika Serikat. Minggu yang buruk untuk Korea Selatan, karena adanya serangan cyber, yang dipercaya berasal dari 16 negara yang berbeda. Hal tersebut disampiakan oleh agen mata-mata Seoul, Jumat (10/7/2009) ini, seperti yang dilansir dari Ciol.com. Menurut National Intelligence Service (NIS), serangan diketahui dari hasil pelacakan 86 alamat protocol Internet dari 16 negara, termasuk United States, Jepang dan China. Sementara pihak Korea Utara, memberikan konfirmasi dari NIS bahwa Korea Utara tidak termasuk dalam 16 negara yang telah menyerang Korea Selatan. Sedangkan menurut agen mata-mata Korea Selatan, yang dilansir dari Ciol.com, terungkap bahwa komite parlement percaya bahwa komunis Utara atau simpatisannya mungkin yang berada di balik cyber attack website pemerintah Korea Selatan.
Situs-situs jaringan sosial terkemuka seperti Twitter, Facebook, dan Livejournal lumpuh selama beberapa jam, Kamis (6/8/2009), akibat serangan DDoS (distributeed denial of sevice). Serangan ini dilakukan “zombie-zombie internet” atau disebut botnet yang selama ini sudah menginfeksi ribuan bahkan mungkin jutaan komputer pribadi dan kantor di seluruh dunia. Pelaku serangan telah memerintah botnet-botnet yang dipeliharanya secara diam-diam untuk membanjiri akses ke situs-situs tersebut secara serentak. Akibatnya, tak kurang dari 300 juta pengguna Twitter, Facebook, dan Livejournal tidak dapat mengakses akibat trafik yang terlalu tinggi bahkan membuat server down.

Twitter mengalami kelumpuhan sekitar tiga jam akibat serangan yang terjadi sejak pukul 23.00 WIB. Selama tiga jam itu, sekitar 35 juta pengguna Twitter tak dapat mengirim pesan apapun. Facebook melaporkan gangguan yang sama dialami sekitar 250 juta pengguna. Sedangkan Livejournal melaporkan gangguan pada 21 juta penggunanya. “Ini benar-benar serangan yang sangat mematikan,” ujar Stephen Tanase, analis senior dari Kaspersky seperti dikutip dari USA Today. Tidak ada serangan sebesar itu yang terjadi lagi sejak Februari 2000. Saat itu, seorang bocah berusia 15 tahun yang menamakan dirinya Mafiaboy memerintahkan botnet-botnet untuk melumpuhkan Yahoo, eBay, Amazon, Etrade, ZDnet, dan CNN.
Pada bulan Desember 2009, sebuah serangan cyber, disebut Operasi Aurora, diluncurkan dari Cina terhadap Google dan lebih dari 20 perusahaan lain.
Mesin pencari tersohor di China, Baidu.com dibobol pada 12 Januari 2010 lalu. Baidu.com tidak bisa beroperasi selama beberapa jam dan para pengunjung di re-direct ke sebuah situs lain. Sebuah grup yang menamakan dirinya ‘Iranian Cyber Army’ mengklaim merekalah yang bertanggung jawab terhadap aksi itu.

Jika diperhatikan fakta data diatas menunjukkan trend bahwa cyber warfare meskipun telah dimulai pada tahun 1991, namun intensitasnya meningkat secara dramatis sejak 2007-2010 ini. Kondisi ini menunjukka era cyber warfare sudah dimulai, apakah kita menunggu sistem internet kita berhenti karena diserang.

Mandala Perang Baru “Cyber Warfare”

Kenyataan bahwa cyber warfare menjadi mandala perang baru sudah didepan kita semua. Penyerangan secara terbatas telah terjadi berkali-kali oleh beberapa negara, kondisi ini dapat juga diasumsikan sebagai uji coba, namun peperangan yang sesungguhnya dan jauh lebih besar telah dipersiapkan. Daftar trend ancaman serangan cyber disajikan dalam urutan kecanggihan, dan sesuai dengan urutan kronologis kejadian pada jaringan komputer yang digunakan antara tahun 1990-an sampai 2008.
Internet social engineering attacks.
Network sniffers.
Packet spoofing.
Hijacking sessions.
Automated probes and scans.
GUI intruder tools.
Automated widespread attacks.
Widespread denial-of-service attacks.
Executable code attacks (against browsers).
Techniques to analyse code with Vulnerabilities without source.
Widespread attacks on DNS infrastructure.
Widespread attacks using NNTP to distribute attack.
“Stealth” and other advanced scanning techniques.
Windows-based remote controllable Trojans (Back Orifice).
Email propagation of malicious code.
Wide-scale Trojan distribution.
Distributed attack tools.
Distributed denial of service (DDoS) attacks.
Targeting of specific users.
Anti-forensic techniques
Wide-scale use of worms.
Sophisticated command and control attacks.

Trend ancaman serangan cyber akan berkembang terus sesuai perkembangan teknologi informasi, oleh karenanya perlu melakukan riset terus-menerus untuk mampu mengatasi berbagai teknik, taktik dan, strategi penyerangan cyber yang akan terus berkembang.

Menghadapi “Cyber Warfare”

Sistem internet secara strategis bersifat sangat rentan terhadap gangguan/serangan, namun merupakan investasi yang menarik (high return) dan diperlukan dalam berbagai bidang kehidupan, sangat sulit mempertahankan diri dari serangan/gangguan (perlu persiapan, kewaspadaan dan pertahanan berlapis), penyerangan dapat dilakukan dari negara ketiga/lain, dan dapat dilakukan oleh non-state aktor. Adapun taktik dan strategi yang digunakan dapat berupa spionase, propaganda, menghentikan operasional internet, memodifikasi data, dan memanipulasi infrastruktur, serta akan terus berkembang, semua ini akan sangat merugikan dan melemahkan sendi-sendi kehidupan negara.

Menghadapi era Cyber Warfare yang sudah didepan mata, maka tidak tepat jika pemerintah melepas begitu saja kepada kemampuan mekanisme pasar, namun pemerintah perlu memikirkan dan mempersiapkan segala sesuatunya untuk melindungi pengguna internet dalam negeri. Infrastruktur berupa fasilitas komputer super, media broadband dan sumber daya manusia yang mumpuni perlu disiapkan oleh pemerintah, jika tidak ingin sistem internet dan ethernet nasional dikacaukan oleh pihak lain pada suatu saat. Cyber warfare tidak hanya terbatas pada kelompok orang berseragam (militer), cyber warfare bisa dalam bentuk kecil dalam suatu negara atau antarnegara. Di sinilah perlunya awareness nasional harus disebarluaskan dan ditumbuhkan.

US sebagai negara yang memiliki kemampuan finansial dan menguasai teknologi tinggi, telah mempersiapkan diri menghadapi cyber warfare dengan membangun (infrastruktur) dalam jumlah banyak komputer super berkemampuan sangat tinggi, media braodband (fiber optic, satelit) dan menyiapkan sumber daya manusia (SDM berkualitas). Mungkin US dapat dijadikan sebagai rujukan untuk mengembangkan kemampuan. Hasil test terakhir lima besar komputer super berkemampuan sangat tinggi dengan Rmax dan Rpeak yang dinilai dengan ukuran Tera Flops/ 1012 Flops (FLoating point Operations Per Second), nomor 1 sampai 3 diduduki komputer US. Power data diukur dalam KW untuk seluruh sistem.
Daftar TOP-5 Komputer Super Dunia
November 2009Rank Site Computer/Year Vendor Cores Rmax Rpeak Power
1 Oak Ridge National Laboratory
United States Jaguar – Cray XT5-HE Opteron Six Core 2.6 GHz / 2009, Cray Inc. 224162 1759.00 2331.00 6950.60
2 DOE/NNSA/LANL, United States Roadrunner – BladeCenter QS22/LS21 Cluster, PowerXCell 8i 3.2 Ghz / Opteron DC 1.8 GHz, Voltaire Infiniband / 2009, IBM 122400 1042.00 1375.78 2345.50
3 National Institute for Computational ciences/ University of Tennessee, United States Kraken XT5 – Cray XT5-HE Opteron Six Core 2.6 GHz / 2009, Cray Inc. 98928 831.70 1028.85
4 Forschungszentrum Juelich (FZJ) Germany JUGENE – Blue Gene/P Solution / 2009, IBM 294912 825.50 1002.70 2268.00
5 National SuperComputer Center in Tianjin/NUDT, China Tianhe-1 – NUDT TH-1 Cluster, Xeon 5540/E5450, ATI Radeon HD 4870 2, Infiniband / 2009, NUDT 71680 563.10 1206.19


Jaguar – Cray XT5-HE Opteron Six Core 2.6 GHz, Cray Inc. super computer berkemampuan sangat tinggi milik US, merupakan infrastruktur yang dapat digunakan untuk melakukan manouver spionase, propaganda, menghentikan operasional internet, memodifikasi data, dan memanipulasi infrastruktur, secara menyakinkan jauh meninggalkan kemampuan negara-negara lain, terlebih yang tidak memiliki komputer super.



Agar pertahanan menjadi handal dapat diambil kesimpulan bahwa diperlukan suatu kekuatan “prajurit cyber” yang terdiri dari orang-orang yang sangat terampil/ahli dalam seni Cyber Warfare. Pemerintah, militer, penegak hukum, inteljen, sektor swasta dan hacker (individu atau kelompok) perlu mengambil inisiatif untuk melatih orang-orang mereka di bidang perang cyber. Ketrampilan yang diperlukan oleh prajurit-prajurit cyber meliputi bermacam-macam keahlian, namun keterampilan kunci meliputi : keamanan informasi, hacking, spionase, dan komputer forensik. Kenyataan bahwa penting memperoleh sistem informasi dalam peperangan cyber, hal ini menunjukkan bahwa keamanan informasi menjadi kunci sukses dari sebuah konflik atau bahkan perang. Perang cyber telah menjadi perhatian dunia, kondisi ini telah mempengaruhi perkembangan tentara di banyak negara dan pengembangan teknologi senjata. Disamping tentara cyber, infrastruktur broadband dan komputer super dengan segala pendukungnya perlu disiapkan untuk menghadapi segala kemungkinan cyber warfare yang akan terjadi, tanpa infrastruktur yang memadahi maka kita tidak akan mampu berbuat apa-apa jika diserang dan, apakah kita hanya menunggu setelah kejadian baru mempersiapkan segala sesuatunya. Banyak negara telah menyadari bahwa era cyber warfare telah dimulai dan mereka berlomba mempersiapkan diri dengan membentuk Cyber SecurityOperations Centre (CSOC) dengan segala perangkat pendukungnya.



Daftar Pustaka :
Browser China ‘Tembak’ Perusahaan Amerika, http://www.namadomain.com/, Feb 2010.
Cyber Warfare: Strategy & Tactics, Kenneth Geers, http://www.internetevolution.com/, Feb 2010.
Cyberwarfare, http://en.wikipedia.org/, Feb 2010.
Hacker Menyerang Situs Pemerintahan Georgia, http://www.erakomputer.com/, Feb 2010.
List of cyber attack threat trends, http://en.wikipedia.org/wiki/, Feb 2010.
Network-2, http://expertvoices.nsdl.org/cornell-info204/files/2008/02/network2.jpg, Feb 2010.
Sejarah internet dunia, http://www.kuliah-informatika.com/, Feb 2010.
TOP-500 List – November 2009, http://www.top500.org/, Feb 2010.
Twitter dan Facebook Lumpuh Diserang Zombie, http://tekno.kompas.com/, Feb 2010.
Waspada terhadap Serangan Cyber, http://www.sda-indo.com/, Feb 2010
sumber: http://www.tandef.net/mandala-perang-baru-“cyber-warfare”-sudah-dimulai



Labels : wallpapers Mobile Games car body design Hot Deal

ETIKA HUKUM DAN PROFESI KEBIDANAN [1]




I.       PENDAHULUAN
Pengkajian dan pembahasan tentang etika tidak selalu -hubungannya dengan moral dan norma. Kadang etika diidentikan dengan moral, walaupun sebenamya terdapat perbedaan dalam aplikasinya. Moral lebih menunjuk pads perbuatan yang sedang dinilai, sedangkan Etika dipakai sebagai kajian terhadap sistem nilai yang berlaku. Etika jugs sering dinamakan filsafat moral yaitu cabang filsafat sistematis yang membahas dan mengkaji nilai baik buruknya tindakan manusia yang dilaksanakan dengan sadar serta menyoroti kewajiban-kewajiban yang seharusnya dilakukan oleh manusia. Perbuatan yang dilakukan sesuai dengan norma moral maka akan memperoleh pujian sebagai rewardnya, namun perbuatan yang melanggar norma moral, maka si pelaku akan memperoleh celaan sebagai punishmentnya.
Istilah etik yang kita gunakan sehari-hari pada hakikatnya berkaitan dengan falsafah moral yaitu mengenai apa yang dianggap baik atau buruk di masyarakat dalam kurun waktu tertentu, sesuai dengan perubahan/perkembangan norma/nilai. Dikatakan kurun waktu tertentu karena etik dan moral bisa berubah dengan lewatnya waktu.
Pada zaman sekarang ini etik perlu dipertahankan karena tanpa etik dan tanpa diperkuat oleh hukum, manusia yang satu dapat dianggap sebagai saingan oleh sesama yang lain. Saingan yang dalam arti lain harus dihilangkan sebagai akibat timbulnya nafsu keserakahan manusia. Kalau tidak ada etik yang mengekang maka pihak yang satu bisa tidak segan­segan untuk melawannya dengan segala cara. Segala cara akan ditempuh untuk menjatuhkan dan mengalahkan lawannya sekadar dapat tercapai tujuan.
II.    PEMBAHASAN
  1. Pengertian Etika
Etika diartikan "sebagai ilmu yang mempelajari kebaikan dan keburukan dalam hidup manusia khususnya perbuatan manusia yang didorong oleh kehandak dengan didasari pikiran yang jernih dengan pertimbangan perasaan".
Etik ialah suatu cabang ilmu filsafat. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa etik adalah disiplin yang mempelajari tentang baik atau buruk sikap tindakan manusia.
Etika merupakan bagian filosofis yang berhubungan erat dengan nilai manusia dalam menghargai suatu tindakan, apakah benar atau salah, dan penyelesaiannya baik atau tidak (Jones, 1994). Menurut bahasa, Etik diartikan sebagai:
YUNANI -> Ethos, kebiasaan atau tingkah laku
INGGRIS -> Ethis, tingkah laku/prilaku manusia yg baik –> tindakan yg harus dilaksanakan manusia sesuai dengan moral pada umumnya.
Sedangkan dalam konteks lain secara luas dinyatakan bahwa:
Etik adalah aplikasi dari proses & teori filsafat moral terhadap kenyataan yg sebenarnya. Hal ini berhubungan dengan prinsip-prinsip dasar & konsep yg membimbing makhluk hidup dalam berpikir & bertindak serta menekankan nilai-nilai mereka. (Shirley R Jones- Ethics in Midwifery)
  1. Teori Moral
Teori moral mencoba memformulasikan suatu prosedur dan mekanisme untuk pemecahan masalah-masalah etik. Terdapat beberapa pendapat apa yang dimaksud dengan moral.
1)      Menurut kamus lenqkap Bahasa Indonesia (Tim Prima Pena).
Ø      Ajaran tentang baik buruk yang diterima umum mengenai akhlak.
Ø      Akhlak dan budi pekerti
Ø      Kondisi mental yang mempengaruhi seseorang menjadi tetap bersemangat, berani, disiplin, dll.
2)      Ensiklopedia Pendidikan (Prof. Dr. Soeganda Poerbacaraka).
Ø      Suatu istilah untuk menentukan batas-batas dari sifat-sifat, corak-corak, maksud-­maksud, pertimbangan-pertimbangan, atau perbuatan-perbuatan yang layak dapat dinyatakan baik/buruk, benar/salah.
Ø      Lawannya amoral
Ø      Suatu istilah untuk menyatakan bahwa baik/benar itu lebih daripada yang buruk/salah.
Bila dilihat dari sumber dan sifatnya, ada moral keagamaan dan moral sekuler. Moral keagamaan kiranya telah jelas bagi semua orang, sebab untuk hal ini orang tinggal mempelajari ajaran-ajaran agama yang dikehendaki di bidang moral.
Moral sekuler merupakan moral yang tidak berdasarkan pads ajaran agama dan hanya bersifat duniawi semata-mata.
Bagi kita umat beragama, tentu moral keagamaan yang harus dianut dan bukannya moral sekuler. Karma etik berkaitan dengan filsafat moral maka sebagai filsafat moral, etik mencari jawaban untuk menentukan serta mempertahankan secara rasional teori yang berlaku tentang apa yang benar atau salah, baik atau buruk, yang secara umum dapat dipakai sebagai suatu perangkat prinsip moral yang menjadi pedoman bagi tindakan manusia. Dan moral diartikan mengenai apa yang dinialinya seharusnya oleh masyarakat dan etik dapat diartikan pula sebagai moral yang ditujukan kepada profesi. Oleh karma itu etik profesi sebaiknya jugs berbentuk normatif.
  1. Sistematika Etika
Sebagai suatu ilmu maka Etika terdiri atas berbagai macam jenis dan ragamnya antara lain:
1)      Etika deskriptif, yang memberikan gambaran dan ilustrasi tentang tingakh laku manusia ditinjau dari nilai baik dan buruk serta hal-hai,mana yang boleh dilakukan sesuai dengan norma etis yang dianut oleh masyarakat.
2)      Etika Normatif, membahas dan mengkaji ukuran baik buruk tindakan manusia, yang biasanya dikelompokkan menjadi-.
a)      Etika umum; yang membahas berbagai hal yang berhubungan dengan kondisi manusia untuk bertindak etis dalam mengambil kebijakan berdasarkan teori-teori dan prinsip-prinsip moral.
b)      Etika khusus; terdiri dari Etika sosial, Etika individu dan Etika Terapan.
ü      Etika sosial menekankan tanggungjawab sosial dan hubungan antarsesama manusia dalam aktivitasnya,
ü      Etika individu lebih menekankan pada kewajiban-kewajiban manusia sebagai pribadi,dan



Labels : wallpapers Mobile Games car body design Hot Deal

Diamku / Aq Diam.....????

...demi mawar yang menebarkan pesonanya,
demi melati yang telah ku sirami setiap hari,
di manakah tempatku bersandar
tu' sandarkan asaku,
diam....
Diamku lebih indah dari sebuah kata c!n£a,
haruskah aku berkata dengan sesuatu yang tak bermakna,
diamku,
aku diam tu' berkata padamu,
dengan diam ku berharap darimu,
dalam diam ku torehkan semua rasa,
kamu tahu aq tak bisu,
namun hanya itu yang aku mampu.



Labels : wallpapers Mobile Games car body design Hot Deal

LAPORAN HASIL KEGIATAN KONVENSI MAHASISWA ISLAM ASIA TENGGARA & RAPAT KORDINASI NASIONAL FORUM MAHASISWA USHULUDDIN SE-INDONESIA JAKARTA, 24-27 MARET 2009





REGISTRASI PESERTA

Hari : Selasa

Tanggal : 24 Maret 2009

Tempat : Syahida Inn UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Pukul : 09.00-23.00 WIB

DESKRIPSI

Sesuai ketentuan panitia Konvensi Mahasiswa Islam Asia Tenggara dan Rakornas Formadina bahwasannya setiap peserta diwajibkan untuk registrasi terlebih dahulu agar pemetaan dan pembagian akomodasi serta konsumsi bisa lebih efektif. Proses registrasi peserta dilaksanakan selama 1 (satu) hari full, dikarenakan ada beberapa peserta yang datang terlambat. Adapun jumlah peserta dalam negeri sebanyak 75 orang dari bebagai universitas, dan 15 orang dari luar negeri delegasi masing-masing negara ASEAN, serta tamu kehormatan dari negara Afrika Selatan (5 orang delegasi) & Timor Leste (7 orang delegasi). Sehingga jumlah total peserta sebanyak 102 orang.

Perincian Peserta Dalam Negeri

IAIN AR-RANIRY ACEH : 3 orang

IAIN SULTHAN AMAL GORONTALO : 4 orang

IAIN RADEN INTAN LAMPUNG : 5 orang

STAIN PALOPO : 2 orang

STAIN PONOROGO : 4 orang

STAIN BENGKULU : 3 orang

UIN SULTHAN SYARIF QASIM RIAU : 5 orang

IAIN MEDAN SUMUT : 3 orang

IAIN WALISONGO SEMARANG : 4 orang

STAIN TULUNG AGUNG : 3 orang

STAIN CIREBON : 5 orang

IAIN IMAM BONJOL PADANG : 8 orang

STAIN KUDUS : 3 orang

IAIN BANTEN : 3 orang

IAIN JAMBI : 2 orang

STAIN KEDIRI : 3 orang

PTIQ JAKARTA : 3 orang

IIQ JAKARTA : 3 orang

UIN JAKARTA : 3 orang

IAIN PALU : 3 orang

STAIN SALATIGA : 3 orang

Perincian Peserta Luar Negeri

THAILAND : 8 orang

FILIPHINA : 4 orang

MALAYSIA : 3 orang

AFRIKA SELATAN : 5 orang

TIMOR LESTE : 8 orang


OPENING CEREMONY / PEMBUKAAN

Hari : Rabu

Tanggal : 25 Maret 2009

Tempat : Syahida Inn UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Pukul : 09.00-10.00 WIB

DESKRIPSI

Kegiatan resmi Konvensi Mahasiswa Islam Asia Tenggara dan Rakornas Formadina diawali dengan opening ceremony / pembukaan. Adapun manual acara opening ceremony / pembukaan sebagai berikut:

Pembacaan Ayat Suci Alqur’an yang dilantunkan oleh saudari Waqo’atin perwakilan dari Institut Ilmu Al-Qu’an (IIQ) Jakarta

Sambutan Ketua Panitia yang disampaikan oleh saudara M. Abdul Idris Wahid perwakilan dari UIN Jakarta

Sambutan Ketua Umum Formadina yang disampaikan oleh saudara Fery Cokroaminoto perwakilan dari pengurus pusat Formadina

Sambutan pembina Formadina sekaligus pembukaan dan peresmian acara oleh Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A

NOTULENSI

Opening Speaker : Prof. Dr. Nasarudddin Umar, M.A

Ada beberapa alasan Indonesia menjadi pusat peradaban Islam dunia. Pertama, wilayah strategis dengan jumlah penduduk Islam terbanyak di dunia. Kedua, negara maritim dengan sebagian besar masyarakatnya berada di pesisir. Negara-negara timur tengah berbeda dengan Indonesia, yang mempunyai negara kontinental dengan daerah teluk, sehingga memudahkan terjadinya konflik. Ketiga, Indonesia mempunyai landasan budaya dengan soft culture. Keempat, demokrasi yang dijalankan Indonesia. Amerika sebagai negara demokrasi hanya mempunyai dua partai dalam pemilu, indonesia dengan pemilihan secara langsung mengindikasikan demokrasi yang dijalankan merupakan keterwakilan sebagai negara dengan sistem demokrasi yang sangat baik.

Pesan untuk FORMADINA: pertama, jangan lupakan spiritual hubungan kita kepada Allah. Allah akan selalu membantu disetiap perjumpaan kita kepada-Nya. Kedua, hormati orang yang lebih senior dan juga kepada orang tua kita. Ketiga, tingkatkan kretifitas dan aktifitas yang lebih bagus.


SARASEHAN SEHARI; RETHINGKING OF SOUTH-EAST ASIA ISLAMIC TOWARD WORLD PEACE

Hari : Rabu

Tanggal : 25 Maret 2009

Tempat : Syahida Inn UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Pukul : 10.00-12.30 WIB


DESKRIPSI

Sarasehan atau seminar dalam kegiatan ini merupakan satu formula awal bagaimana generasi muda yang ada di kampus atau universitas Islam mampu mengimplementasikan segenap jiwa raganya untuk memajukan bangsanya masing-masing dalam domain serta pemikiran yang progresif-visioner. Adapun hasil dari adanya sarasehan ini adalah sebagai berikut :

Mengkaji ulang bentuk-bentuk pergerakan yang dilakukan oleh setiap mahasiswa Islam di Asia Tenggara.

Sharing atas semua bentuk pergerakan global di setiap wilayah Asia Tenggara.

Pembentukan spirit kepada mahasiswa Islam di Asia tenggara untuk memajukan bangsanya melalui pendidikan yang ada di wilayahnya masing-masing.

Adapun pembicara yang mengisi kegiatan ini adalah

Prof. Dr. Andi Faisal Bhakti,MA (Pengamat Kebudayaan Islam Asia Tenggara)

Drs. Junus Satrio Atmodjo, M.Hum (Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebudayaan Departemen Budaya dan Pariwisata Republik Indonesia)

dan yang bertindak sebagai moderator dalam kegiatan ini adalah:

Fery Cokroaminoto (Ketua Umum Formadina)


NOTULENSI

Speaker 1: Prof. Dr. Andi Faisal Bakti, MA (Pengamat Kebudayaan Islam Asia Tenggara)

Ada beberapa di wilayah di ASEAN yang mempunyai satu komunitas Islam, seperti di Thailand ada wilayah Pattani yang merupakan pemegang dan penganut Islam terbesar di Thailand. Islam maknanya: stability, unity, and security. Dalam konteks ini, saya akan mendefinisikan secara faktual yang pertama, negara harus mempunyai, keseimbangan (stability) dalam peradaban dan kebudayaan hal ini berarti bahwasanya islam memiliki nilai-nilai keseimbangan dalam sebuah kehidupan riil untuk pemeluknya. Kedua, Islam sebagai agama rahmatan lil alamin memiliki pola pikir, cara pandang akan sebuah kesatuan (unity). Walaupun negara Indonesia bukan negara yang berasaskan Islam, namun memiliki komitmen membentuk satu kesatuan republik Indonesia yang sering kita dengar, yakni NKRI. Ketiga, pemaknaan yang terakhir ini cenderung dengan pandangan kemiliteran, yakni keamanan atau perlindungan. Tetapi saya lebih suka memaknainya dengan jaminan. Karena kata yang terakhir inilah yang membuat kehidupan saya dan keluarga merasa nyaman, kenapa? Karena mendapat jaminan hidup tenang oleh negara, buktinya antara saya dan keluarga secara kultur sudah berbeda. Saya Indonesia, sementara istri saya dari luar negeri. Dari sinilah kemudian bisa saya aplikasikan dan artikan bahwasanya sebagai negara yang mayoritas Islam kita perlu saling menghormati antara budaya orang dengan budaya kita. Sehingga titik temu dari pemaknaan Islam tadi adalah sebuah perdamaian dunia.

Speaker 2: Drs. Junus Satrio Atmodjo, M.Hum (Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebudayaan Departemen Budaya dan Pariwisata Republik Indonesia)

Indonesia memegang peranan dunia selama 350 tahun. Indonesia mempunyai pengalaman dunia, salah satunya adalah negara non-blok. Non-blok ini murni digagas oleh Indonesia bersama dengan Yugoslavia. Indonesia adalah negara yang paling toleran. Banyak orang yang tidak mengetahui secara detail negara Indonesia, ada hal-hal yang tidak seimbang terkait penyampaian Islam Indonesia terhadap dunia. Hargailah perbedaan, karena perbedaan itulah yang menjadi asas pengetahuan. Bagaimana Islam menanggapi globalisasi. Pertama, adalah kesabaran, untuk memberikan kesempatan mengetahui perubahan. Kedua, Teliti, apa dan bagaimana terjadi perubahan. Ketiga, Cerdas, Islam menghargai pengetahuan. Keempat, Ajaktif, Indonesia mempunyai peranan penting dalam keberadaaan Laos, Vietnam, dan Timor Leste untuk menjadi bagian dari wilayah ASEAN. Sebagai seorang muslim yang hidup dalam birokrasi yang sarat dengan nilai-nilai toleransi, dalam hal ini adalah departemen kebudayaan, saya selalu menekankan bahwasanya Life stile adalah kebudayaan. Dalam suatu ketika saya berkunjung ke sebuah negara (Kenya) dimana bentuk Islam memang sedikit dan bisa dikatakan sebagai minoritas muslim, saya tetap mendapatkan seperti yang dikatakan pak Andi Faisal Bakti yakni jaminan hidup. Mulai dari bangun tidur, hingga aktivitas saya sebagai seorang muslim selama disana selalu merasakan indahnya toleransi dan menghargai akan budaya masing-masing. Dari sini dapat kita pahami, bahwasannya perbedaan budaya, kulit, ras, dan semua yang terkait dengan pola hidup orang banyak adalah sebagai bentuk perwujudan kekuasaan Allah sebagai pencipta alam semesta sehingga pada dasarnya, kita dikaruniai rahmat yang luar biasa kalau seandainya kita bisa memaknainya.


Sesi Tanya-Jawab

Arfan Nusi dari IAIN Gorontalo:

Saya pesimis Indonesia menjadi negara power, bagaimana pola komunikasi budaya yang tepat untuk memastikan paling tidak Indonesia mampu menjadi negara power?

Ayu Sumartini dari IAIN Lampung:

Sebagai seorang muslim saya akan bertanya kepada dua narasumber didepan tentang ada negara Islam yang tidak ada ketenangan, misalnya banyak sekali konflik seperti di Palestina?

Nurhayati dari UIN Jakarta:

Amerika menginginkan Indonesia menjadi mediasi dari dunia Islam. Mengapa demikian? Dan mohon penjelasan akulturasi antara budaya dan agama, bagaimana menyikapinya?

Saidee Chekoh dari Thailand:

Saya berharap komunikasi antara Indonesia dan Thailand menjadi penjembatan konflik militer dan sipil yang ada di negara saya Thailand. Yang saya tanyakan, kebudayaan dan komunikasi seperti apa yang mampu menjadikan Islam tetap menjadi agama rahmatan lil alamin terkait dengan kemajuan Islam sendiri dan perdamaian dunia khususnya negara saya Thailand.


Joao Hasan dari Timor Leste:

Saya masih teringat ketika detik-detik pemisahan antara Indonesia dan Timor Leste yang dulunya masih dalam kesatuan NKRI. Yang saya tanyakan adalah, apakah konsep pemisahan ini atas Islam, budaya atau politik yang terkait dengan kekuasaan?

Andi Faisal Bakti: Indikator Islam asia tenggara menjadi sentral, adalah pertama, bahasa Melayu yang digunakan dan termasuk urutan keempat dari bahasa dunia. Bahasa adalah identitas sebagaimana dalam Q.S Al-Hujurat 13. Kedua, elemen-elemen agama. Ketiga, budaya yang heterogen. Tantangan Indonesia ke depan adalah persatuan. Kerajaan menjadi salah satu alasan. Masyarakat Amerika sangat santun dan manusia yang masuk ke Amerika akan dimanusiakan. Namun Foreign Policy Amerika yang bermasalah. Belajarlah dari sejarah. Sebetulnya dunia Melayu dikapling dengan dunia penjajahan. Konflik di Indonesia sangat rentan. Konfik Di aceh adalah karena menginginkan adanya penghargaan terhadap budaya, bukan karena faktor agama. Selain itu juga, pola komunikasi yang tepat untuk menyamakan visi Islam sebagai agama rahmatan lil alamin adalah toleransi antara umat beragama. Sebenarnya toleransi bukanlah an sich agama. Namun budaya dan pola hidup adalah penting untuk kita berbuat toleransi dengan siapapun. Ketika saya melanjutkan studi di Amerika, saya merasa sendiri, dalam konteks agama misalnya, kebetulan satu kamar saya adalah Protestan, sebagian lagi penganut agama Konghucu. Namun kami disana selama studi tidak pernah merasakan konflik, yang ada hanyalah perdamaian, saling tolong menolong dan toleransi antar sesama. Hal-hal demikian inilah yang terpenting untuk kita semua dan harus kita jalani, karena hanya dengan menghargai sesama antar umat beragama, konflik yang ada di Thailand, Palestina, Amerika dan negara-negara di Timur Tengah dapat diminimalisir dan kalau bisa hilang begitu saja dengan datangnya konsep komunikasi yang baik.


Junus SA : Mungkin Pak Andi lebih fasih kalau menjelaskan tentang seluk beluk dan kondisii Islam di ASEAN. Tetapi saya, mencoba memberikan diskripsi melalui perspektif kebudayaan. Di Ambon ada tradisi Pelar dan gandom, tradisi keakraban yang melepaskan semua hal yang melingkupinya, seperti agama dan etnis. Konfilk di Ambon adalah permasalahan mengenai penguatan Sumber Daya Alam (SDA). Konflik antara Israel dan Palestina bukan permasalahan agama antara Yahudi dan Kristen, karena di Palestina ada pemeluk agama selain agama Kristen dan Protestan yang masuk dalam kabinet. Yang menjadi masalah adalah tanah. Merawat kebudayaan tidak bisa oleh pemerintah. Keberlangsungan budaya terletak pada masyarakat dan kita sendiri yang memelihara kebudayaan kita masing-masing. Perbedaan-perbedaan yang ada adalah budaya, dan semua perbedaan itu adalah kebudayaan. Untuk menjadikan Indonesia pada khususnya dan Islam pada umumnya dalam menghadapi tantangan global adalah sosialisasi bagaimana peradaban negara ASEAN adalah bentuk kebudayaan yang toleran. Hal ini bisa kita sinkronkan dengan beberapa program pemerintah terkait dengan perdamaian dunia. Misalnya, di departemen saya memiliki ikon Visit Indonesia 2009. Program ini merupakan bentuk cinta kita kepada sesama agama dan memiliki sikap toleransi yang tinggi terhadap peradaban dunia. Selain itu dengan adanya program ini, manfaat secara lokal adalah Indonesia mengedepankan semangat persatuan dan kesatuan demi utuhnya NKRI yang sudah saya paparkan tadi. Sebagai akademisi dan birokrat, saya berharap anda semua mampu memahami dan memiliki sikap toleransi antar budaya dan agama sehingga acara ini dapat merumuskan formula perdamaian yang ada di Asia Tenggara dan umumnya untuk perdamaian dunia.


PERKENALAN (TA’ARUF) DAN KONVENSI MAHASISWA ISLAM ASIA TENGGARA

Hari : Rabu

Tanggal : 25 Maret 2009

Tempat : Syahida Inn UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Pukul : 13.30-17.00 WIB


DESKRIPSI

Dalam sesi ini, peserta melaksanakan kegiatan perkenalan dan brainstorming dengan tujuan menjalin erat tali silaturahim antara peserta dalam negeri dan luar negeri serta mencoba menggali dan mengkaji segala bentuk formula baru terkait dengan deradikalisasi Islam dan segala bentuk ekstrimisme yang ada di kampus / universitas masing-masing negara.

Kegiatan perkenalan dan brainstorming ini dipimpin oleh panitia inti Konvensi Mahasiswa Islam Asia Tenggara dan Rakornas Formadina yakni:

Saudara Jaja Zarkasyi

Saudara Aminudin Syarif

Saudara Irfan Hasanudin

CONVENTION

CONVENTION OF SOUTH-EAST ASIA ISLAMIC STUDENT

And INDONESIAN THEOLOGICAL STUDENT FORUM (FORMADINA)

“RETHINGKING OF SOUTH-EAST ASIA ISLAMIC TOWARD WORLD PEACE”

Perkenalan / Ta’aruf

Panitia: Feri Cokroaminoto (S2 Universitas Indonesia Jakarta). Ahmad Syamsudin, Jaja Zarkasyi (S2 PTIQ Jakarta). Irfan Hasanudin (S2 UIN Jakarta). Derfi Rosyadi, Aminudin Syarif, M. Abdul Idris Wahid, Andi Mulawarman Wibowo, Nawwalin Ni’mah, Bukhori, Muamar , Dedy Chandra, Yudha Bakti, Fajar, Sutan Utama, Jody Pamungkas, Adi Jhonatan, Fauzi Ibrahim (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta). Mubarok (PTIQ Jakarta) Uswatun Hasanah, Zulfa Fitria, Siti Rahayu (IIQ Jakarta).

Peserta:

THAILAND:

→Hakeem Doha, Saidee Chekoh, Nureehah Wani, Soleehah Malasu, Suvaibah Sama, Khoirul Nur Syamsiyah Soleh, Mohammad Sobri Hayi Awae, Hassan Kaha.

FILIPHINA:

→Malek Laesan, Soohaimee Jehseng, Aesoh Lanja, Mahade Siya.

MALAYSIA:

→Salmi Yusoh, Mohammad Suhaib, Hazrin bin Hazrahan.

AFRIKA SELATAN:

→Washfie Saal, Shiraaj Buziek, Mogammat ali Rhoda, Enur Hayati, Subgeyah Hendricks.

TIMOR LESTE:

→Joao Hasan, Edy Mahmud, Muhammad Sidin, Tuty Alawiyah, Alwiah Binti Aly, Syarif Hidayatullah, Idris Benzoa, Mohammad Syahrir.

NANGROE ACEH DARUSSALAM: IAIN AR-RANIRY

→ Miswar, Rahman Akhyar Al-Achie, Taryono Hamid Az-Zhawi

TULUNGANGUNG-JAWA TIMUR: STAIN TULUNGAGUNG

→ Ahmad Ngimron Najjamudin, Imam Nabawi, Andi Taufiq Hakim.

CIREBON-JAWA BARAT: STAIN CIREBON

→ Yusi Subhiyah, Moh. Uci Sanusi, M. Hasan Ma’arif, Ahmad Taufiq, Ibnu Farhan.

DKI JAKARTA: INSTITUT ILMU AL-QUR’AN (IIQ)

→ Ulya Izzati, Isnawati Intan, Marta Kumalasari.

BENGKULU: IAIN BENGKULU

→ Badarudin Nurhab, Anton

GORONTALO: IAIN SULTAN AMAL

→ Herman A. Hasan, Risna Saripi, Arfan Nusi, Selfiati Paudi

PEKANBARU-RIAU: UIN SULTHAN SYARIF QOSIM

→ Eddy Willy, Abdul Malik Al-Munir, Eni Satriah, Eni Satriah, Masriadi.

PALOPO-SULAWESI SELATAN: STAIN PALOPO

→ Dody Ilham, Sabri JH

SERANG-BANTEN: IAIN SULTAN MAULANA HASANUDDIN

→ Wahyudi, Ahmad Syaikhu, Asep Saefurrohman.

KUDUS-JAWA TENGAH: STAIN KUDUS

→ Magfiroh, Irfan M. Hussein, Muhammad Kharis, Amanah Desinta, Ahmad Hanif.

LAMPUNG: IAIN RADEN INTAN

→ Ayu Sumartini, Malasari AM, Topandi, Mashuri, Pramudya Anathur.

PONOROGO- JAWA TIMUR: STAIN PONOROGO

→ M. Mufid Syahlani, Dawam Multazamy R, Akrimi Matswah, Erma Millati Faizah.

KEDIRI-JAWA TIMUR: STAIN KEDIRI

→M. Darwis Al-Qoisini, Abdul Mannan, Moh. Chablul Haq.

SEMARANG JAWA TENGAH: IAIN WALISONGO

→ Mohammad Nur Arifin, Kerwanto, Muhammad Ahnafudin, Umi Fatihatur Rohmah.

MEDAN-SUMATERA UTARA: IAIN SUMUT

→ Suwardiyamsyah, Imfi Safitri, Ulvia Nazmi


PADANG-SUMATERA BARAT: IAIN IMAM BONJOL

→ Ari Prima, Meki Novendra, Dede Juhanis, Muhammad Ali Al-Ghany, Romica Pahlawan, Afrizen, Budi Hartono, Afdhal Dinilhaq.


NOTULENSI

Bahan diskusi : – Deradikalisasi Islam di kampus dan Sosialisasinya.

- Pemahaman tentang bentuk radikalisasi dan ekstrimisme

- Pemetaan Islam sebagai agama rahmatan lil alamin di negara masing-masing peserta konvensi

Prolog

Sharing and Brainstorming

Rekomendasi


Prolog

Adanya banyak aliran sempalan, radikalisme sering menjadikan alasan terjadinya anarkisme. Peristiwa 1 juni 2008 menjadikan moment yang sangat buruk sekali terkait dengan radikalisme. Bagaimana kita membentuk pola komunikasi yang baik antar sesama agar tidak adanya radikalisasi di negara kita masing-masing.

Sharing

Pemikiran-pemikiran kita memberikan kontribusi pada konsep dan tataran ini. Tentunya tidak akan adanya konsep ekstrimisme dan radikal terhadap perkembangan dunia Islam.

NANGROE ACEH DARUSSALAM (perwakilan IAIN Ar-Raniry):

IAIN ingin menjadi UIN. Prospek mahasiswa terutama ushuluddin. Dengan berubahnya IAIN menjadi UIN sangat kelihatan sekali, misalnya bentuk perubahan yang hanya bukan sekedar gedungnya yang megah akan tetapi lebih kepada pemikiran yang luar biasa. Hal ini terbukti dengan adanya beberapa pemikir dari UIN Jakarta, UIN Yoyakarta dan UIN-UIN lainya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Konsep deradikalisasi juga harus dengan sesegara mungkin kita sosialisasikan. Masalah tehnis sosialisasi kita atur pada wilayah masing-masing, yang terpenting FORMADINA memiliki standar pengaturan atas sosialisasi konsep tersebut.

SUMATERA BARAT:

Memetakan liberalisasi di ushuluddin, dan mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap almamater. Hal ini penting karena adanya sebuah mis komunikasi dan mis kepercayaan terhadap pelaksana dan pemerhati pendidikan. Sehingga kalau saja semua unit ini memiliki satu visi yang sama, maka tidak menutup kemungkinan kita semua akan merasakan perdamaian tentunya di bidang pendidikan tinggi (kampus masing-masing).

RIAU:

Banyak orang-orang yang berbicara tentang Islam dan ritualism adalah bukan orang yang kompeten dalam bidangnya. Yang perlu dikembangkan adalah Islamic traditional scientis. Karena ketika kita sudah berbicara pada tataran mistis, maka yang terjadi kebanyakan adalah kemusyrikan. Hal ini juga yang akan menggangu bentuk komunikasi bangsa Indonesia khususnya Islam dalam mensosialisasikan perdamaian dunia. Harapan kami adalah kita semua paling tidak memiliki visi yang sama yakni berfikir bagaimana Islam tetap menjadi pusat peradaban dan penguasaan dunia. Dan yang terakhir adalah tujuan adanya forum ini adalah mulia, karena ingin memajukan Islam seperti dulu, karena saat ini Islam menurut kami masih dalam keadaan terpuruk. Terkait dengan deradikalisasi Islam belum teridentifikasi adanya radikalisme di kampus kami, karena ini berkaitan dengan kurikulum dan pemahaman dosen dan mahasiswa.

AFRIKA SELATAN:

Di negara kami tidak mempunyai referensi yang banyak untuk memahami Islam secara utuh, dengan berbagai persoalan itulah saya datang untuk belajar kepada kawan-kawan dan saudara kami yang ada di Indonesia ini. Dalam referensi yang digunakan hanya menggunakan satu buku, kemudian berbicara tentang Islam. Terkait dengan konsep deradikalisasi dan konstalasi politik yang ada pada setiap negara, kami meyakini bahwasannya Afsel sebagai negara yang Islamnya masih minim mampu memberikan contoh kepada agama dan peradaban lainya baik secara lisan maupun tulisan.

PALU-SULTENG:

Ada beberapa hal yang perlu diperkuat dalam merumuskan sebuah ide deradikalisasi dan menjauhkan konsep ekstrimisme serta radikal di kalangan kampus Islam dan Negara pada umumnya. Misalnya apakah perlu kita bentuk kurikulum tentang radikalisasi dll yang berkaitan dengan isu-isu perdamaian. Tetapi, pada hakikatnya kami sepakat kita semua yang duduk disini harus mensosialisasikan bahwa perdamaian dunia untuk mewujudkan nuansa Islam yang damai, sejahtera segera teraplikasikan.

SEMARANG-JAWA TENGAH:

Segala bentuk komunikasi yang dilakukan oleh umat muslim, kami yakin adalah yang terbaik. Begitu juga dengan adanya forum ini. Dengan adanya satu wadah seperti ini, kita berharap menemukan hal-hal baru dalam ranah pemikiran Islam yang aktual. Sehingga konsep-konsep mulai dari liberalisasi, deradikalisasi dll dapat betul-betul terwujud setelah kita keluar dari forum ini.

TIMOR LESTE:

Islam di Timur Leste adalah agama minoritas, sehingga sulit sekali kami mencoba membuat satu gebrakan terkait dengan perdamaian dunia. Tetapi dengan adanya perkumpulan ini, kita semua berharap dan khususnya kami dari negara Timor Leste dapat memastikan bahwasannya Islam tetap menjadi yang terdepan dalam segala hal.

MEDAN-SUMATERA UTARA:

Dalam kajian-kajian Islam kita sudah sering menemukan pemetaan konsep semacam ini. Namun sulit sekali menerapkan dan mengetahui dampak serta manfaatnya oleh karena kita semua tidak memiliki satu referensi yang memang bisa di unggulkan. Tetapi, kami dari IAIN Medan sepakat akan adanya sosialisasi konsep deradikalisasi Islam di kampus-kampus serta pencegahan sikap radikal dan ekstrimisme, guna mengedepankan sikap toleran dan menghargai antar sesama muslim.

KUDUS-JAWA TENGAH:

Mengkritisi pemikiran-pemikiran ulama salaf dan khalaf sangat di perlukan oleh karena kita semua secara alami dan bahkan tidak sadar sudah menggunakan ilmu-ilmu ulama salaf dan khalaf. Dengan demikian alangkah baiknya kita semua dalam sosialisasi nantinya, terkait dengan konsep deradikalisasi dan ekstrimisme bisa teraplikasikan sesuai akhlaq dan tingkah laku ulama’. Kami sebagai mahasiswa yang masih punya idealis sepakat akan mensosialisasikan beberapa rekomendasi nantinya dari hasil pertemuan ini.

MALAYSIA :

Segala sesuatu yang berkaitan dengan kekerasan, ketidaknyamanan dan bahkan kurangnya jaminan hidup khalayak umum perlu di sterilkan. Artinya adalah, kita semua berhak menentukan nasib dan kehidupan bangsanya masing-masing. Pemerintah tanpa rakyatnya yang mengerti akan sebuah kondisi riil, tidak akan pernah terjadi apa yang kemudian disebut sebagai perdamaian dunia. Untuk itulah, kami dari Malaysia sangat mendukung adanya forum dan bentuk pertemuan seperti ini. Pada dasarnya, kita semua yang hadir disini akan mensosialisasikan segala bentuk rekomendasi, acuan atau bentuk apapun yang sifatnya pemikiran konstruktif untuk memajukan peradaban Islam secara global.

FILIPHINA :

Negara kami adalah Negara yang sangat multikultural kalau berbicara agama. Walaupun Islam tidak dominan di Filiphina, namun keberadaan Islam disana sangat diperhitungkan baik secara politik, budaya maupun pola komunikasi antar sesama. Hal ini terbukti, salah satu cabinet pemerintahan sekarang, salah satu pejabatnya (menteri) adalah orang Islam. Toleransi sangat dibuka selebar-lebarnya di negara kami. Satu keistimewaan yang luar biasa bias hadir dalam forum yang sangat mulia ini, karena kami yakin forum ini akan melahirkan pola pikir yang terbuka dan saling menghargai antar umat beragama.

THAILAND:

Dalam beberapa dekade ini, Thailand yang merasa tidak pernah mendapat jajahan dari negara manapun, ternyata sangat menentukan pola komunikasi bangsa yang luar biasa. Tetapi pda faktanya, negara kami justru merasakan adanya sebuah terror dari dalam, artinya ada beberapa oknum yang sengaja ingin membuat kekacauan di Negara kami, Thailand. Ketika berbicara ekstrimisme dan radikalisasi, maka saya teringat akan sebuah peristiwa turunya kekuasaan PM Thaksin Shinawatra yang pada saat itu, muncul kekerasan dan kekacauan di seantero negeri Thailand. Hal semacam harusnya tidak akan pernah terjadi manakala setiap orang di Thailand menyadari pentingnya saling menghormati dan toleransi baik secara agama, budaya dan pelaksanaan norma-norma kehidupan secara normal.



Rekomendasi:

Dialog internal umat beragama

Memberikan pengarahan tentang radikalisme dan liberalisme yang benar.

Sosialisasi konsep Deradikalisasi di setiap kampus masing-masing wilayah.


WISATA BUDAYA KE MONAS DAN TMII


Hari : Kamis

Tanggal : 26 Maret 2009

Tempat : Monumen Nasional (MONAS) & Taman Mini Indonesia Indah (TMII)

Pukul : 08.00-17.30 WIB


DESKRIPSI

Dalam melaksanakan kegiatan ini, panitia Konvensi Mahasiswa Islam Asia Tenggara dan Rakornas Formadina dibantu secara teknis (dalam hal pemanduan peserta) oleh agen travelling dari Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia.

Tujuan wisata budaya ini adalah:

Memperkuat tradisi silaturahim antar umat beragama, khususnya dalam sisi budaya.

Tranformasi pemikiran terhadap perkembangan Indonesia secara global.

Hiburan yang bersifat edukatif dan menunjukkan peradaban Indonesia yang memiliki kultur majemuk.

Adapun aktifitas yang dilaksanakan dalam kegiatan wisata budaya ini adalah sebagai berikut:

Ke MONAS (mengelilingi area museum dan menyaksikan dokumentasi sejarah republik Indonesia)

Ke TMII (Nonton film Kebudayaan di Theater Imax Keong Mas dengan judul film: Indonesia Manikam Nusantara, makan siang di Desa Wisata TMII, menikmati indahnya TMII dengan Sky Lift / kereta gantung, mengunjungi salah satu anjungan di sumatera dan terakhir mengunjungi Museum Bayt Al-Qur’an)



RAMAH TAMAH DAN HEARING / SHARING IDEA DENGAN PEMDA DKI JAKARTA, DEPDIKNAS RI, DAN DEPSOS RI

Hari : Kamis

Tanggal : 26 Maret 2009

Tempat : Aula Pertemuan Wisma Graha Wisata Ragunan Jakarta

Pukul : 19.00-21.30 WIB


DESKRIPSI

Dalam sesi kegiatan ini peserta melaksanakan hearing / sharing Idea sekaligus mendapat arahan dari para tokoh, terkait dengan kemajuan negara-negara ASEAN dan beberapa perkembangan kebudayaan di Indonesia pada khususnya dan ASEAN pada umumnya. Adapun tokoh-tokoh yang mengisi kegiatan tersebut adalah:

Prof. Dr. Goenawan Sumodiningrat, P.hd (Staff Ahli Menteri Sosial Republik Indonesia)

Dr. Mukhlas Yamani, MA (Direktur Ketenagaan Depdiknas Republik Indonesia)

Drs. Sukamta, MA (Kepala Biro Pendidikan dan Pembinaan Mental Provinsi DKI Jakarta)


Speaker: Drs. Sukamta, MA

(Kepala Biro Pendidikan dan Pembinaan Mental Provinsi DKI Jakarta)

Ada 4 hal yang tidak bisa menjadi otonomi daerah, pertama adalah tempat-tempat yang menjadi kepemilikan untuk keseluruhan daerah. Kedua pertahanan, ketiga yustisi, dan keempat viskal yang berhubungan dengan kebijakan luar negeri. Keberagamaan di wilayah DKI memiliki konsep keberagaman. Ada beberapa hal yang menjadi kebijakan dalam pengelolaan ritual keagamaan: Pengelolaan haji, pengelolaan zakat. Menangani dan mengawasi infrastruktur. LPTQ, LDII,


Speaker: Dr. Mukhlas Yamani, MA

(Direktur Ketenagaan Depdiknas Republik Indonesia)

Kalau kita sedang dinegara-negara Barat, masyarakat Barat memberikan antusiasme dan berharap banyak kepada Muslim Asia Tenggara. Percaturan dunia dipengaruhi oleh perkembangan tehnologi, ilmu komunikasi. Perkembangan pemikiran dipengaruhi perkembangan Sumber Daya Manusia (SDM).


Speaker: Prof. Dr. Goenawan Sumodiningrat, P.hd

(Staff Ahli Menteri Sosial Republik Indonesia)

Re-infinting, dikelola kembali.

Realitas, membangun realiatas masyarakat dengan pendampingan, pengawasan, dan kasih sayang.

Rahmatan li ‘alamin: sejahtera dunia dan akhirat.

Menjaga untuk tidak menyakiti orang lain, dengan musyawarah dan mufakat.


KESAN DAN PESAN

THAILAND:

Senang dengan perkumpulan ini walaupun tidak mengetahui secara menyeluruh secara detail tentang tema yang diangkat.

TIMUR LESTE:

Ushuluuddin menjadi tempat perkembangan tentang Islam rahmatan lil ‘alamin, bukan hanya di lingkungan regional namum lebih pada Islam universal dalam dunia Islam

Founding Father FORMADINA:

Forum ini bukan hanya untuk kawan-kawan yang telah hadir di sini, kawan-kawan bisa sharing dan diskusi mengenai perkembangan-perkembangan Islam di dunia. Kehadiran kawan-kawan “tua” bukan untuk mengintervensi forum namun memberikan pengalaman-pengalaman yang telah dilakukan.

Acara-acara yang kita ikuti dari awal, setidaknya bisa dijadikan moment interaksi dan pengalaman antar generasi.


RAPAT KOORDINASI NASIONAL (RAKORNAS) FORMADINA

Hari : Kamis

Tanggal : 26 Maret 2009

Tempat : Aula Pertemuan Wisma Graha Wisata Ragunan Jakarta

Pukul : 22.00-24.00 WIB


DESKRIPSI

Dalam Pelaksanaan Rakornas Formadina ini, peserta menghasilkan beberapa pointer antara lain:

Mensosialisasikan kebijakan luar negeri Indonesia kepada seluruh civitas akademik di seluruh UIN/IAIN/STAIN yang ada di berbagai pulau nusantara.

Mensosialisasikan kepada seluruh civitas akademik di seluruh UIN/IAIN/STAIN yang ada di berbagai pulau nusantara, bahwasannya tidak ada pola komunikasi yang ekstrim dalam memutuskan berbagai hal / problem keagamaan di Indonesia dan negara ASEAN. Hal ini terkait dalam rangka mensosialisasikan konsep deradikalisasi Islam.

Merumuskan tehnis Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Formadina dan menyetujui tempat rakernas, berada di daerah Palopo-Sulawesi (IAIN Palopo siap menjadi tuan rumah Rakernas Formadina)

Merumuskan tehnis dan menyetujui tempat Konggres Formadina, berada di daerah Nangroe Aceh Darussalam (IAIN Ar-Raniry siap menjadi tuan rumah Konggres Formadina)


NOTULENSI

Forum Mahasiswa Ushuluddin Se-Indonesia disingkat FORMADINA, merupakan semangat baru di tengah-tengah kebuntuan, tentang keinginan besar atas semakin mandeknya “perhatian” terhadap isu-isu ke-Ushuluddin-an. Sejak dideklarasikan pada tahun 2005 di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Formadina sudah melangsungkan Kongres I pada tahun 2006 di Lampung, dan dilanjutkan dengan Kongres II pada November 2007 di Palu, Sulawesi Tengah. Harus diakui bahwa, organisasi ini masih membutuhkan perhatian lebih dari segenap punggawanya, utamanya kita semua yang diberikan amanah, untuk mengemban jabatan di masing-masing level kepengurusan. Pimpinan Pusat Formadina Periode 2007-2009, yang saat ini kami emban, memang mengakui bahwa disana-sini masih lemah dalam mengemban amanah tersebut. Tapi kekurangan yang ada, tentunya tidak membuat patah semangat untuk terus berpikir dan bertindak, dalam rangka memperkuat pondasi awal, di umur Formadina yang masih begitu muda. Tidak tersentralnya domisili Pengurus Pimpinan Pusat di ibukota negara Republik Indonesia, berimplikasi logis pada tidak kuatnya koordinasi antar sesama pengurus, walaupun di tengah zaman berteknologi tinggi seperti sekarang ini, hal itu masih bisa ditoleransi. Namun, biar bagaimanapun koordinasi face to face yang dimaksud, akan semakin memperkuat jalinan keberpengurusan kita. Bergantinya periodik kepengurusan di masing-masing daerah, yang tidak dibarengi dengan continuitas dari pengurus sebelumnya, juga masih menjadi kendala tersendiri. Masih lemahnya koordinasi antar Pimpinan Pusat dan Pimpinan Wilayah, adalah kendala teknis, yang juga perlu mendapatkan perhatian khusus. Hasil rekomendasi Kongres II Formadina di Palu, antara lain adalah Pimpinan Pusat melaksanakan Rapat Kerja Nasional, 6 bulan setelah pelaksanaan Kongres. Kondisi tekstual tersebut, ternyata tidak seiring dengan kondisi yang terjadi di lapangan. Program yang dimaksudkan dalam bentuk aktivitas pertemuan tidak melulu dimaknai secara tekstual, karena kondisi yang ada membutuhkan pertimbangan matang. Dari berbagai persoalan dan kendala di atas, tentunya masih banyak yang belum teruraikan. Hal-hal tersebut tentunya tidak saja membutuhkan semangat, tetapi membutuhkan “orang-orang yang optimis” dalam berpikir dan bertindak, tidak saja “berteriak” dari menara gading untuk menyampaikan kebenaran. Saya yakin kita semua tidak ingin membawa biduk organisasi ini ke jurang kehancuran, karena harga diri sebagai manusia adalah taruhanya, jika tidak “fakabbir arbaatan lii wafatihi”. mengambil apa yang dikatakan Arsitoteles, “Saya Berpikir Maka Saya Ada”. Kedepan, kami berpikir bahwa penataan kelembagaan Formadina harus terus berjalan dengan seksama, seiring dengan kemajuan dan tuntutan zaman. Daripada berdebat dan saling salah menyalahkan, alangkah baiknya energi yang kita miliki, digiring pada usaha untuk memajukan organisasi kita tercinta ini. Pimpinan Pusat, sebagai leading sektor mengakui masih banyaknya kelemahan disana-sini, yang perlu dibenahi. Hal ini, membutuhkan juga dukungan dan sinergi kerjasama antara berbagai elemen, yang ada di dalam wadah Formadina.

A. POTRET BANGSA

Pemilihan Umum secara langsung, sudah digelar. Hanya dengan hitungan hari, rakyat Indonesia dihadapkan pada pertaruhan arah bangsa, entah semakin baik ataukah semakin terpuruk. Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, serta seluruh jajaran kabinetnya, haruslah diberikan apresiasi, atas kinerja yang cukup baik yang dilakukan dalam 5 tahun belakangan ini. Ada kemajuan yang cukup signifikan, dalam bidang pemberantasan korupsi, jika kita mencoba arif melihat dibandingkan dengan masa sebelumnya. Pemerintahan dibawah SBY, terkesan memiliki komitmen yang kuat, untuk membawa negeri ini memiliki “Clean Goverment and Clean Birocration”. Olehnya, kita melihat, banyak kasus-kasus korupsi yang terungkap, dengan begitu “sensasional”. Semakin berperanya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dibawah kepemimpinan Antasari Azhar, semakin memunculkan optimisme, bahwa jika terus dilanjutkan, maka tidak menutup kemungkinan, target tersebut bisa tercapai. Ditetapkanya alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen, dari anggaran nasional juga tentunya merupakan prestasi yang cukup baik, setidaknya jika melihat dari Political Will, yang dilakukan oleh pemerintah. Dengan naiknya anggaran pendidikan, maka secara otomatis diharapkan, naik pula target pemenuhan infrastruktur pendidikan, mulai dari kesejahteraan tenaga pendidik, khusunya guru dan dosen, semakin baiknya sarana penunjang pendidikan, utamanya di daerah-daerah yang masih kurang dijangkau oleh perhatian pemerintah. Tidak dengan menggunakan istilah daerah tertinggal, yang terkesan adanya blok pembeda yang tidak adil, dalam perspektif nasionalisme. Kebebasan berskpresi, dalam koridor hukum yang dibuka seluas-luasnya saat ini. Membuat kita sebagai mahasiswa, dengan leluasa dapat “berteriak” dan menyerukan ketidakadilan yang selalu dirasakan rakyat bangsa. Dengan memilih turun ke jalan, dan “meninggalkan” sejenak rutinitas perkuliahan, adalah pilihan menjadi mahasiswa. Karena menjadi mahasiswa, adalah menjadi pejuang, yang selalu harus bersama rakyat, memperjuangkan hak mereka.

B. KONDISI OBJEKTIF FORMADINA

Pimpinan Pusat Formadina Periode 2007-2009, diakui masih banyak kekurangan. Berbagai kendala yang dihadapi, juga menjadi salah satu persoalan tersendiri. Kondisi geografis, tidak adanya Pengurus Pimpinan Pusat yang berdomisili di pusat pemerintahan kecuali Ketua Umum, timbulnya berbagai riak dari daerah yang menginginkan “perbaikan”, belum berjalannya secara maksimal seluruh jajaran kepengurusan, adalah segelintir persoalan yang harus membutuhkan penyelesaian secara baik dan terstruktur. Beberapa waktu berjalan roda organisasi ini, Pimpinan Pusat Formadina mengambil beberapa kesimpulan, bahwa sudah saatnya organisasi ini tidak hanya terfokus di areal kampus semata, padahal kecepatan perkembangan dinamika di luar areal kampus begitu cepat. Harus disadari bahwa, menemukan benang merah antara kondisi kekinian di dalam kampus, sebagai basis massa organisasi, dengan kondisi objektif di luar kampus haruslah berjalan beriringan. Dalam menjalankan roda kepemimpinan organisasi selama ini, Pimpinan Pusat Formadina memberikan apresiasi kepada khususnya keluarga besar Formadina UIN Ciputat Jakarta, teman-teman Pengurus Pimpinan Pusat lainya, yang masih semangat untuk berjuang bersama-sama, di tengah badai besar yang harus kita hadapi. Begitu banyak masukan dan saran serta rekomendasi yang diberikan oleh teman-teman peserta Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Formadina. Masukan tersebut menjadi masukan penting bagi Pengurus Pimpinan Pusat, utamanya soal pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Kongres III Formadina, yang akan dilaksanakan pada tahun 2009. Laporan ini, masih jauh dari kesempurnaan, olehnya masukan dan saran yang membangun masih sangat dibutuhkan, bagi perbaikan organisasi kita tercinta.

REKOMENDASI RAKORNAS FORMADINA

Sosialisasi FORMADINA ke seluruh kampus di Indonesia dan AsiaTenggara.

Menertibkan dan menyusun ulang AD/ART FORMADINA

Membuat website formadina, yang menjadi koordinator adalah

DPP FORMADINA.

Mengadakan kegiatan menggali bakat-bakat ilmu ke-ushuluddin

an (kitab kuning dll)

Menampilkan program unggulan FORMADINA kemudian di

sosialisasikan.

Perbaikan sistem kaderisasi

Koordinasi antar region harus berjalan normal.

Membuka email masing-masing di setiap region.

STAIN Palopo menjadi tuan rumah Rakernas FORMADINA

Rakernas harus dilaksanakan 2 bulan setelah rekomendasi ini dibuat.

IAIN Ar-Raniry Banda Aceh menjadi tuan rumah Konggres FORMADINA.


INTERFAITH DIALOG DAN PENUTUPAN

Hari : Jum’at

Tanggal : 27 Maret 2009

Tempat : Aula Pertemuan Wisma Graha Wisata Ragunan Jakarta

Pukul : 09.30-11.00 WIB


DESKRIPSI

Acara ini adalah sebagai penghujung kegiatan Konvensi Mahasiswa Islam Asia Tenggara dan Rakornas Formadina. Dalam sesi acara ini, peserta melaksanakan kegiatan dialog dengan salah satu pihak birokrasi yang membidani kajian luar negeri. Hasil dari dialog ini adalah, peserta dapat mengerti tentang beberapa kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia terkait hubungan bilateral dengan beberapa negara di dunia khususnya negara ASEAN. Disamping itu, peserta mendapatkan pengarahan tentang bagaimana mendiskripsikan pola komunikasi luar negeri Republik Indonesia dengan negara-negara lain di dunia . Adapun yang mengisi kegiatan ini adalah:


Prof. Dr. Andri Haty, SH, MH, LML, P.hd

(Dirjen Diplomasi Publik Departemen Luar Negeri Republik Indonesia)

Beliau juga menutup secara resmi Konvensi Mahasiswa Islam Asia Tenggara dan Rapat Koordinasi Nasional Forum Mahasiswa Ushuludin Se-Indonesia (Rakornas Formadina).


Speaker : Prof. Dr. Andri Haty, SH, MH, LML, P.hd

(Dirjen Diplomasi Publik Departemen Luar Negeri Republik Indonesia)

Dalam konteks bahwa sejarah Islam 20 tahun yang lalu, Islam Indonesia memberikan konsep rahmatan lil ‘alamin. Bahwa ketika orang berbicara tentang Islam maka akan melihat Islam di Asia Tenggara, karena jumlah pemeluk dan pemikiran serta kajian keislaman telah berkembang.

Kita juga harus membalikkan pemikiran bahwa Islam tidak care terhadap demokrasi.

Hillary Clinton adalah orang yang jender oriented, she vsisited our official and saw in our ministry have three women’s dirjen. Deplu have 10 dirjen with compotition 30 % women and 70 % men. Dari sini dapat kita pahami bahwasannya, komunikasi yang baik adalah membentuk image negara kita menjadi yang terbaik. Manakala hal demikian sudah terlaksana, yang terjadi adalah bentuk persaingan sehat secara jujur, bersih tanpa konflik baik dari luar maupun dari dalam negeri..

Kenapa saya mengatakan image harus dibangun? Kerena, pada satu titik inilah kita semua akan memahami kontektual komunikasi yang terbangun antara negara satu dengan yang lainnya. Sebagai seorang Muslim, saya akan mengatakan bahwasannya menghormati sesama adalah perintah Sang Pencipta alam yakni Allah Swt. Karena sebagai seorang yang tadinya tidak mengetahui seluk beluk kehidupan nyata secara tidak langsung, kita dituntun oleh Allah ke dalam jalan yang benar. Itupun seandainya manusia tersebut mampu memaknai akan sebuah hakikat hidup. Begitu juga pola komunikasi yang akan dibangun oleh seseorang, harus juga mengetahui secara definitive dan hakikat komunikasi yang baik secara adat, agama, pemikiran dll. Sehingga nantinya sinergisitas antara satu dengan yang lainnya dapat seirama.

Pesan saya adalah: sebagai seorang pemuda harus kreatif, inovatif dan menjaga sopan santun serta melaksanakan norma-norma kehidupan secara normal. Dengan sendirinya akan terlihat sebagai sosok pemuda yang sukses.



Labels : wallpapers Mobile Games car body design Hot Deal
Search Terms : property home overseas properties property county mobil sedan oto blitz black pimmy ride Exotic Moge MotoGP Transportasi Mewah free-islamic-blogspot-template cute blogger template free-blog-skins-templates new-free-blogger-templates good template blogger template blogger ponsel Download template blogger Free Software Blog Free Blogger template Free Template for BLOGGER Free template sexy Free design Template theme blogspot free free classic bloggerskin download template blog car template website blog gratis daftar html template kumpulan templet Honda SUV car body design office property properties to buy properti new